Pages

Sabtu, 14 Maret 2009

HaDiaH tAk teRduGa

Beberapa hari yang lalu tante Tyas menjanjikan padaku sebuah cerita. Awalnya aku tak menyangka kalau tante Tyas serius membuatkan cerita untukku. Tapi ternyata cerita itu dikirimkan juga padaku. Cerita yang berjudul "SILVA INGIN SEPEDA" itu adalah hadiah tak terduga untukku. Duh..., seneng sekali.

Atas usul tante Tyas juga, maka cerita tersebut aku posting di sini, biar bisa dibaca juga oleh teman-teman yang lain. (walo sebenarnya aku belum punya teman, yang seumur denganku, di dunia ngeblog ini. Sedih deh...). Oke..., yuk kita baca ceritanya.


Silva Ingin Sepeda

Silva adalah siswi kelas 3 yang rajin di sekolahnya. Prestasi belajar Silva pun diakui oleh gurunya. Silva memiliki impian untuk memiliki sepeda karena jarak dari rumah menuju sekolahnya cukup jauh. Selama ini ia membonceng Ari sahabatnya.

Suatu hari, keinginan terpendam Silva semakin kuat, ”Silva mau sepeda dari usaha sendiri” ujarnya dalam hati. Silva sadar karena orang tuanya bukanlah keluarga yang berada. Penghasilan orang tuanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan membiayari dirinya serta saudara-saudaranya.

Namun tekat yang kuat membuatnya berinisiatif dengan berjualan roti. Kebetulan tetangga Silva, Ibu Ayu berjualan roti kecil aneka rasa. Silva ingin membantu Ibu Ayu menjual roti rotinya di sekolah. Keuntungan menjual roti akan ditabung untuk membeli sepeda.

"Baiklah, Ibu akan memberikan satu kotak roti untuk Silva jual”, Ibu Ayu menyambut niat baik Silva. Satu roti berharga 1.000 rupiah akan dijualnya dengan harga 1500. rupiah.

Hari itu lain dari biasanya, Ari membonceng Silva
”Roti-roti itu akan Silva jual?” tanya Ari, Silva pun mengiyakan sambil berharap Ari membeli rotinya. Ari dan Silva sampai di sekolah satu jam lebih awal. Teman-teman kelasnya pun terheran-heran ketika tahu Silva berjualan roti. Namun mereka sangat senang, apalagi yang tidak membawa sarapan bisa membeli roti jualan Silva. Ada rasa coklat, keju, dan srikaya, semua tergantung selera teman-temannya.

Melihat keramaian di kelas, seorang guru yang kebetulan lewat kemudian masuk ke dalam. Ternyata dia adalah wali kelas Silva, Pak Widi namanya.

”Ada apa ini, kok ramai sekali?” tanya Pak Widi kepada anak-anak. Mereka pun menjelaskan sedang membeli roti yang dijual Silva. Melihat ini, Pak Widi hanya tersenyum sembari bertanya ”siapa yang meminta kamu menjual roti ini?” Silva pun menjawab, ”Silva sendiri Bapak, saya ingin menabung untuk membeli sepeda”.

Pak Widi sangat terenyuh mendengar jawaban Silva. Diam-diam Pak Widi menghubungi adiknya yang kebetulan memiliki toko sepeda. Kemudian teman-teman Silva juga berinisiatif mengumpulkan dana sebagai tambahan untuk diserahkan kepada Pak Widi.

Mendengar cerita perjuangan Silva, adik Pak Widi pun terenyuh. Ia pun berinisiatif memberikan salah satu sepeda yang dijualnya kepada Pak Widi untuk diberikan kepada Silva. Hari berlalu, Silva masih semangat menjual roti-rotinya. Diam-diam Pak Widi dan teman-temannya ingin memberikan kejutan. Sepeda dari adik Pak Widi telah disiapkan sedemikian rupa untuk diberikan kepada Silva di hari ulang tahunnya.

Setelah pelajaran usai Silva sudah bersiap-siap pulang, namun ternyata Pak Widi memanggilnya untuk ke ruangan.
”Sepertinya pelajaran Silva tidak ada lagi yang tertinggal”, herannya. Sesampai di ruangan, Silva disambut senyuman Pak Widi. Pak Widi pun berkata ”Silva hari ini adalah hari ulang tahunmu bukan ? Bapak dan teman-teman kamu sudah menyiapkan kado spesial untuk Silva”, sembari menunjuk ke halaman belakang sekolah.

Silva terkejut, di halaman belakang sekolah sudah ada teman-temannya berkumpul bersama sepeda yang dihiasi pita berwarna warni. Haru, senang, bahagia bercampur menjadi satu. Keinginannya memiliki sepeda menjadi kenyataan. Hari itu adalah hari ulang tahun paling bahagia buat Silva.
(Cerita ini di dedikasikan untuk Shasa Imut.....)

Nah..., itu tadi cerita yang dibuatkan Tante Tyas yang baik untukku.
Makasih banyak tante, yang telah meluangkan waktu khusus untuk membuatkan cerita untukku. Jangan kapok ya... ?? (hehehe, malah minta nambah)

2 komentar:

reni mengatakan...

Sha.., kapan Shasa bisa bikin karangan seperti punya Tante Tyas ??
Semangat untuk terus berlatih ya ??

Kuyus_is_cute mengatakan...

Mm .. ceritanya menarik dan sederhana. Intinya sich, kalau mau mendapatkan sesuatu, kita harus berusaha. Sesuatu yang gak mungkin belum tentu jauh dari harapan. Selama ada kemauan, maka disitu ada jalan ..

Jadi kapan Shasa mau mencoba menulis cerita? .. he he ditodong ya malahan???

Posting Komentar