Pages

Senin, 10 Mei 2010

KaLau jADI GuRu yANG Adil dONG

Sabtu yang lalu adalah hari yang menyebalkan. Sebenarnya hari itu ada seleksi akhir untuk menentukan siapa yang akan dikirimkan mewakili sekolah untuk mengikuti lomba puisi. Ternyata aku gagal.... (Sedih banget). Sebenarnya nggak papa juga aku tak berhasil terpilih, mungkin latihanku  yang kurang maksimal. Tapi ada yang membuat aku nggak puas dengan pelaksanaan seleksi hari itu.  Penyebabnya adalah aku merasa ada guru yang nggak bersikap adil.

Yang diseleksi ada 3 orang (termasuk aku) dan hari ini kami disuruh tampil 3 kali sebelum guru-gurunya (ada 3 orang) menentukan siapa yang dipilih. Pada penampilan pertama tiga-tiganya (aku dan 2 orang temanku) diperhatiin semua. Pada penampilan kedua, yang diperhatiin cuma dua (aku yang enggak). Parahnya, pada penampilan ketiga yang diperhatiin cuma satu, yaitu Ayu, sementara  aku dan satu temanku enggak diperhatiin. Kedua temanku juga diajari 'gaya' saat berpuisi, tapi kok aku enggak ? Gurunya benar-benar nggak adil nih.

Yang buat aku sedih dan tak terima adalah saat penampilanku guru-gurunya malah asyik ngobrol. Tapi sebenarnya setiap aku tampil, tetap ada satu guru yang merhatiin, tapi itu juga ganti-ganti. Parahnya aku cuma diperhatiinnya kalau lagi di judul aja. Setelah itu kulihat mereka cuek-cuek aja. Jadi ya udah aku baca sendiri nggak ada yang merhatiin (tambah sedih deh). Selanjutnya malah sibuk merhatiin resep masakan! Yang terakhir sih mereka ngakunya 'diskusi' untuk menentukan siapa wakil dari sekolah. Gimana sih...? Kalau dari awal aku nggak diperhatiin bagaimana mereka tahu aku tampil bagus apa tidak ? Lagipula yang didiskusikan apa coba, wong aku aja belum selesai baca puisiku.

 Gambar diambil disini

Kenapa juga guru-guru memintaku ikut seleksi jika penampilanku saja tak diperhatikan ? Padahal minggu kemarin aku harusnya libur sekolah, namun aku telah 'berkorban'  3 hari masuk sekolah untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi Lomba Baca Puisi ini. Ternyata... pengorbananku sia-sia saja ternyata.

Mengapa ya guru-guruku kok nggak bersikap adil pada semua muridnya ? Walau aku tetap tampak pasrah, tapi di hati kecilku tetap saja merasa sangat kecewa. Jika saja sejak awal perlakuan guru-guru pada ketiga peserta seleksi sama dan ketiganya mendapatkan perhatian yang sama, aku nggak akan sedih banget jika nggak terpilih.

Meskipun aku sedih, tapi aku tetap akan mengucapkan selamat kepada teman Nur Ayu yang telah terpilih mewakili sekolah dan yang terus dapat perhatian dari guru. Selamat berjuang ya Yu'... semoga berhasil.

23 komentar:

catatan kecilku mengatakan...

Shasa sayang...., tetap semangat ya.. jangan terus patah semangat.
Mungkin Allah punya rencana yang lebih indah buat Shasa. OK ?

the others... mengatakan...

Tak ada yg sia-2.., selama 3 hari Shasa berlatih di sekolah kan Shasa dapat tambahan ilmu juga kan..?
Mama bangga kok sama Shasa...

Clara mengatakan...

Sha, tetep semangat ya...
meskipun ga terpilih dan ga diperhatikan sama guru pas tampil, tapi sasha pasti udah memberikan yg terbaik. anggap saja bukan rejeki shasa ^^

Anazkia mengatakan...

Assalamu'alaikum... Shasa, sayang, sabar yah, Insya Allah semoga ini yang terbaik untuk dik Shasa :) tetep semangat!

ranny mengatakan...

*hugz* shasa sayaangg...jangan berkecil hati yah ndukkk t3etep berusahaa terus ^^ coba buat isi puisinya lebih menarik lagii,biar mereka perhatiin shasa...kalo mereka gag ajarin gaya berpuisi ke shasa,ya shasa minta belajar ke guru lain ato gag searching di gugel cara berpuisi yang baik ^^

tetep semangad yah sayang ^^

Kuyus is cute mengatakan...

sabar ya Sha ..
banyak senyum aja. Walau kenyataannya begitu, jangan patah semangat untu tetap melakukan yang terbaik. Kesempatan khan selalu datang lagi, untuk mereka yang tak putus asa.

Kalau kali ini gagal. siapa sangka kesempatan lain, malah Sha yang lebih unggul. Semangat terus ya?

JengSri mengatakan...

Sasha tidak hanya pandai tapi juga memiliki budi pekerti yang luhur untuk tetap mendoakan teman Sasha,

Tante pokoknya kasih semangat terus deh buat Sasha.

Xoxoxo,

Quinie mengatakan...

hola sasha,
cup cup anak pinter jangan sedih... kalah menang itu biasa kok, kalo sekarang tidak terpilih kan bukan berarti selanjutnya gag akan pernah terpilih. satu hal yang temen sasha ga dapatkan kali ini adalah pelajaran untuk menerima kekalahan. Kalo sasha udah lulus pelajaran ini, pufff.... sudah pasti sasha lah juaranya :)

salam dari auntie quinie

eNeS mengatakan...

Shasa yang baik, guru itu juga manusia, pasti ada sifat-sifat buruknya yang kadang mengecewakan kita. Dan harus ingat, puisi itu berkaitan dengan seni (sekalipun masuk pelajaran bahasa Indonesia) sedangkan tidak semua orang menyukai seni yang satu ini (puisi). Boleh jadi guru tersebut tidak menyukainya sehingga tidak menikmati pembacaan Shasa dan temen Shasa yg satu lagi.
Hidup memang kadang tidak adil, tapi kita harus bersabar dalam menerimanya.
Menjadi orang bijak memang tidak gampang, maka belajarlah dari kejadian tersebut.
Apa yg bisa ditarik pelajaran? Ternyata kita harus selalu respek (perduli) terhadap siapapun, karena kalo dicuikin, orang lain akan meresa tidak enak dan tidak berharga.
Semangat terus Shasa. Tidak keajak bukan berarti Shasa tidak baik, tapi kesempatan belum memberikannya.

Salam buat mama dan papa Shasa

achen mengatakan...

Duh, kok bisa gitu ya sha....
Ehmmmmm, Moga Gurunya baca tulisan shasa... :-)
Dan tetep semangat Sha, moga tahun depan gurunya udah adil... He

ajeng mengatakan...

*Sini tante peluk ya sayang..*
Shasa,tetap semangat ya sayang. Ambil positifnya saja,mungkin ini adalah pembelajaran terbaik buatmu [karena kadang pelajaran tdk harus dari kelas lhoh,tapi juga dari pengalaman seperti ini]. Bahwa kadang tidak semua hal seperti yang kita harapkan. Tante bangga,karena bagi tante Shasa sudah megikuti seleksi itu saja sudah merupakan kemenangan 'mental Shasa. Keep spirit ya honey..

Ritma mengatakan...

Tetap semangat ya shasa sayang....jangan putus asa,, Mungkin Allah punya rencana lain yang terbaik buat shasa... Tetep semangat ya say....
masih banyak kesempatan lain yang bisa shasa ikuti...

budiawanhutasoit mengatakan...

shasa cantik dan pinter...cup...cup..jangan sedih dong..
lihat dari sisi baiknya aja..walaupun kali 'gagal' tapi bukan berarti akhir dari segalanya kan.
tetap semangat, makin sering latihan, belajar dari yang lebih pinter 'bergaya' membaca puisi. berlatih dan berlatih.
soal guru yang shasa rasa tidak adil, biarin aja-lah. jangan pusatkan perhatian kepada guru yang shasa rasa tidak adil itu. pusatkan aja kepada usaha shasa untuk terus berlatih dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi.
setiap usaha pasti ada hasilnya.

tetap semangat ya shasa...

annie mengatakan...

Shasaaaa ....mhuah!
sudah hilangkah kecewanya? maaf ya tante datang telat.
Yakinlah Sha, kekecewaan hari ini pasti akan diganti dengan kebahagiaan di lain hari. Bukankah Allah berfirman bahwa sesudah kesedihan ada kebahagiaan, setelah kesulitan ada kemudahan.
Doakan oleh Shasa semoga guru yang ngecewain itu menyadari kekeliruannya agar tidak lagi berlaku tak adil. Pasti Allah akan mengabulkan doa Shasa.

Hmmmh ... Shasa hangat ya kalo dipeluk hihi...

http://mulyatisolo.blogspot.com mengatakan...

Shasha yang imut...
Tidak ada yang sia-sia dari setiap usaha yang Shasa lakukan...
Ingat ya sayang... Allah akan menghargai setiap usaha yang telah dilakukan umatnya...
Pasti lain waktu akan dapat kesempatan dan peluang yang lebih baik...
Tetep semangat ya... nih tante bela-belain lho, meski lama jarang nengok blog... tetep kasih semangat buat Shasa...

shasa mengatakan...

Aduh semua komennya bagus nih. Musti tambah semangat berlatih. Walaupun kalau sedang lihat guru nyebelin itu langsung kepengen lari.

Inuel^-^ mengatakan...

adhek sayangm, jadikan itu sebagai semangat ya dhek, buktikan kamu bisa menjadi lebih baik walau tak terpilih, itu adalah sebuah kegagalan untuk meraih kemenangan yang lebih tinggi, percaya pada dirimu sendiri, bahwa kamu bisa, terus menulius dan jangan hiraukan siapapun :)

aguestri mengatakan...

Semangat masa begitu adja nangis ach nggak asick noch, semangat semangat!!!!

Fanda mengatakan...

Jengkel ya Sha, kalo ada yg pilih kasih? Aku dulu juga pernah gitu waktu les menari. Ada ketidak-adilan, sampai akhirnya aku gak mau les menari lagi. Tapi belakangan justru aku merasa rugi. Kalah atau menang, toh itu hanya pilihan manusia. Yang penting kita sendiri yang tahu, apakah kita sudah berusaha dengan baik atau tidak.

Kalau kita sudah berusaha dengan baik, apalagi sudah berkorban waktu liburan kayak Shasa, kita tahu bahwa kita sudah menampilkan yang terbaik. Sayangnya orang lain tak bisa melihatnya. Itu lebih baik daripada kita menang tapi itu akibat guru yang pilih kasih, kan?

Semangat terus ya Sha! Jangan pernah kapok untuk selalu menampilkan yang terbaik darimu. Mungkin kamu belum menang, tapi kamu bisa membuat dirimu, Tuhan dan ortumu bangga padamu!

Itik Bali mengatakan...

Shasha cantik,
maaf ya, kakak baru mampir
kemarin lagi sibuk hari raya Galungan di Bali

Ngga apa-apa lagi Sha
nanti coba lagi
pasti Shasha menang
kan Shasha emang pinter

semangat terus yaaa

Rubiyanto mengatakan...

selalu ada hari esok Sha....,
hidup adalah perjuangan...
dan suatu saat kita pasti akan menang...,

karena setiap orang itu punya potensi menjadi pemenang ....
semangat kembali Sha...!

♥chika_rei♥ mengatakan...

shasa
tante chika juga dulu merasakan hal yang sama
banyak guru yang sengaja menseleksi untuk sebuah formalitas belaka :)
tapi jangan pernah menyerah

kalau ada lomba ikut aja, gx mesti harus izin sekolah *tante chika dulu suka gitu

dan buktiin kalau kita bisa menang
setelah itu baru pihak sekolah resepek ekeke...

.:diah:. mengatakan...

sabar ya Shasa sayang, mungkin bukan sekarang, mungkin akan ada waktunya Shasa jadi yang terdepan.. semoga guru2 itu bisa sadar akan sikapnya ini, dibantu doa Sha biar gurunya kembali ke jalan benar :)

Posting Komentar