Pages

Jumat, 28 Mei 2010

TuKaNg SaMpAh YaNg RaMaH

Mau buat SINOPSIS lagi nih.. Kali ini tentang tukang sampah yang ramah. Mau baca gak...?

Buku ini menceritakan tentang seorang tukang sampah bernama Lik Jimakir. Dia menggantikan Pak Soma ( Ayahnya ) karena sudah meninggal. Lik Jimakir adalah tukang sampah yang baik dan ramah. Jika  bertemu dengan warga selalu disapanya. Hasil kerjanya pun memuaskan. Banyak warga yang senang kepadanya. Berkat bantuannya kampung itu menjadi bersih dan mendapatkan adipura.

Suatu pagi ketika sedang mengumpulkan sampah Lik Jimakir bertemu dengan Dodit yang sedang menangis. Ternyata ibu Dodit mau melahirkan, tapi waktu itu ayah Dodit sedang dinas. Lik Jimakir langsung bertindak dia memanggil becak untuk digunakan ibu Dodit ke rumah sakit, dan mengantarkan Dodit ke rumah nenek. Berkat bantuan Lik Jimakir adik Dodit lahir dengan selamat. Oleh karena itu, jika Lik Jimakir sakit keluarga Dodit pasti tergerak untuk membantunya.

Hingga suatu ketika keluarga Dodit ingin berlebaran di luar kota, dan mereka meminta Lik Jimakir untuk menjaga rumahnya. Beberapa hari kemudian, ketika Lik Jimakir sedang mengumpulkan sampah, ada perampok hendak merampok rumah Dodit. Lik Jimakir langsung memarkir gerobaknya di tengah jalan dan melawan para perampok itu. Setelah beberapa kali melawan akhirnya Lik Jimakir terkepung, dia berteriak minta tolong sambil memukul tiang listrik. Karena perampok panik dia menembak Lik Jimakir sampai pelurunya habis dan langsung melarikan diri menggunakan mobil. Tapi mobil mereka menabrak gerobak, dan akhirnya keliman kawanan perampok tertangkap. Lik Jimakir langsung ditolong oleh beberapa warga.

Ternyata ada 3 peluru bersarang di tubuh Lik Jimakir, jadi Lik Jimakir harus diarawat dan tidak bisa ikut melaksanakan salat Idhul Fitri dia juga dibolehkan tidak puasa. Walaupun sakit Lik Jimakir masih memikirkan keadaan kampung tanpanya. Tapi perasaannya kembali lega setelah pak RT mengatakan akan ada pengganti sementara. Pak RT datang bersama Pak Walikota dan Pak Komandan Polisi. Dia juga senang ketika malamnya keluarga Dodit datang menjenguknya dan mengatakan bahwa barang-barangnya tidak ada yang hilang, mereka pun bangga kepada Lik Jimakir. Lik Jimakir senang karena usahanya tidak sia-sia. Keluarga Dodit juga tidak lupa untuk memberi beberapa juta uang untuk biaya perawatan Lik Jimakir.

Nah makanya kita harus sering menolong orang. Walaupun itu tidak seberapa, tapi mungkin saja orang yang kita tolong justru membantu kita pada masalah yang lebih besar. Selain itu manusia adalah makhluk sosial jadi kita harus saling tolong menolong. Manusia tidak dapat hidup seorang diri.

8 komentar:

siroel mengatakan...

wah, adikku yg manis, jago bgt bikin sinopsisnya... salut kk...

PurpLize mengatakan...

bener itu syg, kt hrs salingb tolong menolong dlm hdp ini...makin cantik 'n pinter aja ni.....:)

catatan kecilku mengatakan...

Bagus sekali sayang.., dilatih terus ya kemampuannya, biar makin berkembang. Semangat...1

the others... mengatakan...

Ceritanya bagus tuh..., semoga banyak ya tukang sampah yg ramah sptnya.
Ditunggu sinopsis selanjutnya, Shasa.

kemala-octi mengatakan...

shasha tambah manis....

kristiyana shinta mengatakan...

hay sha,
salam kenal,,
aku suka baca tulisan mu, yang rajin ya nulisnya,,

love you
shinta

TRIMATRA mengatakan...

iya betul sha,,, kita harus saling tolong menolong. kalo begitu tolongin akuh shaaaa....

Ritma mengatakan...

hmmm...pinter bikin sinopsis juga yach....Bagus bgt sinopsisnya,...

Posting Komentar