Pages

Jumat, 19 Juni 2015

Nostalgia #3 Detik-detik Penentuan

Kelas 9 nih. Duh, ada UN ya? Makanan apaan sih itu? Katanya UN mau dihapus, kok ga jadi sih :( Kan nervous jadinya. Inget dulu kelas 6 harus les 2x sehari, udah kaya minum obat. Try out setiap minggu. Belajar sampai malem. Wew. Bismillah aja deh, awal tahun ajaran ini seneng-seneng aja dulu, belajarnya kapan kapan #eh

Kelasku sekarang lagi-lagi kelas unggulan, 9A. Nama kelasnya Gen-A (kuman kentang), kepanjangannya Generation Of Nine A (Kumpulan Anak Keren dan Menantang). Oke ku akui, berada di kelas ini menantang banget. Karena selain murid-muridnya yang doyan banget selfie, nyanyi-nyanyi gaje d ikelas, curhat massal dan doyan makan, kelas ini isinya 25 anak pilihan dari 226 murid yang ada.

Persaingan kelihatan banget. Setiap pagi yang ada murid yang sibuk belajar. Padahal baru memasuki bulan ke-3 di kelas 9 ini. Bahkan jika hasil ulangan keluar, nilai nol koma sekian pun sangat mempengaruhi rangking kelas. Yang pasti ga ada satupun anak yang rela nilainya dikalahkan, begitu pula aku. Tapi walau begitu, di sini tidak ada anak yang pelit berbagi ilmu. Jika ada teman yang tanya tentang pelajaran ga pernah sekalipun terlintas dipikiran kami "kami sudah sibuk belajar dan les tiap hari buat tau rumusnya, eh kok dia enak tinggal tanya." Justru kami bangga jika bisa menjawab pertanyaan itu atau justru sebaliknya merasa tertantang untuk ikut mencari jika kebetulan kami tidak tau caranya.

Seperti biasa, awal semester dibuka dengan HUT SPENDA. Kali ini ke-68. Happy Birthday my beloved school. Tahun ini tahun terakhir aku bisa merayakannya. Hiks. HUT tahun ini diadakan tanggal 16 - 17 September 2014. Jadwal lomba dibagikan oleh pengurus OSIS dan kelas 9 cuma kebagian sedikit acara. Fine dek, aku ra popo. Pembagian tugas sudah selesai, mulai dari yang ikut lomba, yang nunggu bazar, yang desain baju kelas, dll. Langsung ga sabar nunggu tanggal 16 September....

Hari pertama HUT SPENDA diisi lomba dan bazar. Sebenernya aku pengen ikut lomba napak tilas lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi ga dibolehin dan yang ikut kali ini anak cowok semua. Dibanding kostum napak tilas kelas lain, kelasku bisa dibilang kalah jauh. Tapi mungkin karena mereka sukses ngejawab pertanyaan yang ada, mereka dapet juara. Hadiahnya snack yg dirangkai jadi kalung, lumayan dihabisin satu kelas, wkwk.

Sekolahku berwarna hari ini. Karena entah kenapa semua kelas membuat seragam kelas dengan warna mencolok. Namun kelasku perkecualian, karena seragam kelasku berwarna coklat. Saat pawai keluar sekolah dan jalan di belakang drumband (seperti biasa) kelasku sibuk teriakin yel yel, karena memang kali ini ada lomba kekompakan kelas. Bunyinya gini..
Kami adalah kuman kentang (kuman kentang)
Kumpulan anak keren dan menantang
Dimana kau berada disitu kami ada
Karena kami, kuman kentang

Lucu ya yel yel kelasku? wkwk. Gara gara yel yel itu kelasku juara 2 loh, kalah sama kelas sebelah karena seragam kelasku kurang meriah. Sayang banget.. Sebelum pulang, wali kelasku minta foto bersama kami sekelas di depan panggung. Aseek, diliatin satu sekolah deh :v

Acara Maulid Nabi kali ini kelas 9 kebagian lomba fashion show berpasangan. Sampai hari H belum ditentukan siapa yang mewakili kelas. Kelasku udah siap mau bayar denda Rp 50rb karena tidak ikut, tapi parahnya masih dipaksa ikut. Padahal, di kelas tinggal ada 2 anak cowok, yang lain sengaja menghilang entah kemana. Dasar curang. Yang ada dikelas itu 1 cowok yang gemuk wajahnya terlalu imut buat anak kelas 9. Yang 1 pasanganku di drama kelas 8 dulu, wajahnya model psikopat yang ga bisa senyum. Nah loh, mana aku yang dipaksa tampil. Ya udahlah, sedikit pemaksaan ke si cowok psikopat akhirnya dia mau tampil nemenin aku. Ya, hasilnya kacau seperti dugaanku. Tapi tak apalah, daripada ga tampil dan yang penting temenku ga ada yang protes kok, wkwk.

Kartini's day sekolahku diawali dengan upacara yang semua petugasnya adalah cewek. Kasian juga liatnya, ribet pake kebaya. Apalagi yang jadi komandan kompi, harus lari sana sini. Upacara selesai, game dimulai. Kelas 9 kebagian Kartini Kartono lagi. Kali ini udah jelas siapa yang maju, yaitu ketua kelas dan wakil ketua kelas yang cantik dan ganteng dan tentunya pinter ngomong karena ada sesi tanya jawab juga. Hoho, good luck ya gaes. SSt... wali kelasku narsis juga lo, sebelum lomba Kartini Kartono dimulai, beliau minta foto bareng, bukan cuma 1 atau 2 kali foto, tapi banyak hehehe. Bahkan sampai kelasku dipanggil untuk maju sama wali kelasku belum dibolehin pergi dulu. Ya ampun bu.... Eh tapi ada untungnya lo kami foto-foto saat itu. Karena ternyata cuma kelasku yang waktu itu foto-foto, jadi kalau buka website sekolah yang tentang Kartini's Day, keluar deh foto kami semua.

Tahun ini aku purna dari OSIS, sehingga harus cari "penerus" dulu. Tes dilakukan di beberapa pos. Setelah terpilih calon anggota mulai diatur jadwal buat LDK. Rencananya untuk LDK di sekolah kami akan mengundang alumni yang dulu pernah jadi pengurus OSIS. Waktu tes malam hari, temenku yang punya indra ke-6 bilang kalau di pojokan ada yang lagi liatin kami. Oke, harusnya ini terdengar biasa karena sekolahku memang angker kalau malem, tapi ga tau kenapa aku merinding juga. Untungnya aku dipasangkan sama kakak alumni yang aku kenal banget, dan dia sangat membantu. Thanks so much Mas Aji (^_^) . LDK selanjutnya di Tawang Mangu again, tapi lokasinya beda. Aku berangkatnya sama Pak Jupri, guru yang mengendarai mobil elf yang isinya peralatan LDK karena aku lagi ga ingin gabung di bis. Ternyata ada untungnya, karena di daerah Cemara Sewu Pak Jupri ngajak berhenti untuk ngopi dulu. Pemandangannya bagus banget pagi itu. Syukurlah acara LDK berlangsung lancar dari awal dari akhir, walau aku sempet nyungsep, wkwkw.

UN tinggal 6 bulan lagi dan teman-temanku makin gila belajar. Beda denganku yang justru bisa dibilang belum belajar sama sekali. Buku buku tebal yang dibelikan Ibu masih tersampul rapi di rak dan belum kusentuh. Oh no.... Padahal jadwal Try Out mulai bermunculan. Oke. I start it now. Jadwal buat belajar aku atur sendiri. Misalnya, hari ini belajar materi Bahasa Indonesia buku A, besok mengerjakan soal Bahasa Indonesia 1 buku dst. Walaupun jadwal yang aku atur bisa dibilang over, tapi berusaha aku tepati sebisa mungkin. Itu akibatnya dari aku yang tidak mencicil belajar dari dulu. Mungkin untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris aku hanya akan belajar paling malam sampai jam 10. Tapi kalau sudah IPA dan Matematika, aku pernah sampai jam 2 pagi di depan meja belajar. Dan ya.. sedikit sedikit aku mulai menguasainya. Makasih banget buat kopi dan camilan yang selalu disediakan Ibu tiap malam. Semangat Marshaaaa!!!!

Try Out sekolah dilakukan 3 kali, dimulai dari 2 paket di awal. Jujur saja untuk 3 try out ini aku masih suka mencontek. Jangan dicontoh ya.... Aku sepenuhnya menyadari aku belum siap untuk UN dan mulai tidak tenang memikirkannya. Karena ini juga aku semakin serius belajar, dan mulai menandai bab yang tidak aku kuasai untuk besoknya aku tanyakan ke guru atau teman yang berbakat di bidangnya.

Try Out Erlangga, dilihat dari namanya saja ketahuan diadakan oleh pihak swasta. Di iklan, dikatakan juara 1 kan mendapatkan hadiah HP. Kebetulan HP-ku sudah busuk sekali sehingga tergoda untuk ikut, jadi aku mengajak temanku mendaftar. Saat soal dibagikan, ternyata hanya berisi soal matematika. Tapi jangan remehkan, susahnya kebangetan. Begitu pulang, semua mendapat banyak soal UN dari Erlangga. Lumayan buat latihan sambil menunggu pengumuman.

Hal yang tidak terduga terjadi beberapa hari kemudian, aku mendapat SMS dari penyelenggara kalau aku lolos ke-5 besar dan harus ikut Try Out lagi. Temanku yang aku ajak ternyata juga lolos, yeay. Demi bisa mengikuti Try Out kedua ini aku harus membatalkan ikut simulasi hari terakhir di tempat bimbingan belajarku. Saat soal dibagikan, kulihat kali ini soalnya hanya Bahasa Inggris. Aku bersyukur sekali karena jika soalnya IPA aku merasa aku pasti akan kesulitan. Setengah jam kemudian diumumkan bahwa aku mendapat juara 1! Alhamdulillah... akhirnya HP smartfren pun berhasil aku dapatkan. Selain itu aku juga mendapat voucher Rp. 50rb dari Toga Mas serta buku Agenda dari Erlangga. Aku senang sekali. Dan ini semakin memacu semangat belajarku agar try out MKKS sukses.

Try Out MKKS, yaitu try out yang soalnya dibuat oleh guru-guru dari seluruh SMP di Kota Madiun. Di sini, aku mulai ingin mengukur kemampuanku, jadi aku belajar semalaman dan berusaha tidak mencontek besoknya. Aku juga menerapkan ajaran guruku untuk tidak belajar lagi di pagi hari menjelang try out agar tidak blank. Makanya, aku justru asyik mengulum permen saat yang lain belajar di sekolah sebelum try out. Ya, memang sih aku tidak sepenuhnya sukses tidak mencontek. Untuk IPA dan mateatika aku masih mencocokkan jawaban 3-5 nomor dengan temanku. Hanya itu, sungguh! Dan nilaiku naik. Ternyata... saat aku tidak mencontek dan belajar sungguh-sungguh, nilaiku mulai naik sodara-sodara. Fine! Mulai saat itu aku putuskan aku tidak mau mencontek. Sudah aku putuskan matang-matang!

Try Out kota dilakukan serentak oleh SMP di Kota Madiun. Aku ga tahu siapa yang membuat soalnya. Yang jelas pengawasnya sudah dari sekolah lain. Kalau ini terjadi di try out sebelumnya, tentu aku resah karena tidak bisa mencontek. Namun karena aku sudah memutuskan untuk tidak akan mencontek lagi, semua berjalan lancar. Hanya saja aku kurang suka pengawas di hari pertama dan kedua. Alasannya, mereka sangat berisik mengobrol dan aku duduk tepat di depan mereka. Sampai aku ketuk-ketukkan pensilku ke meja dan mencoba memelototi mereka, tapi tidak berhasil. Ya sudahlah.

Untunglah pengawas hari ke 3 dan 4 tidak berisik. Saat hasilnya diumumkan, hari Sabtu siang, aku sudah pulang. Aku hanya mendapat pesan dari beberapa teman yang mengatakan aku mendapat peringkat 5 kota. Wow, kemajuan yang sangat dahsyat. Aku berteriak kegirangan dan melompat kesana kemari. Aku tidak menyangka, karena kabarnya scanner try out itu ada yang bermasalah, jadi ada teman yang seharusnya mendapat nilai 9 nilainya jadi 4. Soalnya pun susah, banyak yang nilainya anjlok. Tapi aku? Alhamdulillah, aku hanya bisa bersyukur, mungkin aku mendapatkan paket yang mudah. Keesokan harinya berita tentang hasil try out tingkat kota itu dimuat di koran. Dan... namaku ada di sana! Itu adalah hadiah ulang tahun paling indah buat Ibuku.

Try Out di SMP 11 beda lagi. Setiap sekolah diharuskan mengirimkan 15 perwakilan siswa terbaiknya untuk ikut untuk menentukan SMP mana yang mendominasi juara 1-10 terbaik di Kota Madiun. Aku terpilih dan aku sangat bangga karenanya. Awalnya aku pikir ini Try Out yang sangat bergengsi, tapi pada akhirnya aku tau, ini termasuk bagian dari promosi merek Stadler. Aku memang tidak menang disini, tapi aku senang karena sekolahku mendominasi pemenangnya. Siip.. 2 SMP ku 1 prestasiku. Yel yel memang seharusnya dibuktikan bukan hanya sekedar diucapkan bukan?

Pengalaman paling ga banget di kelas 9 ini adalah saat pembagian kelas untuk intensif belajar (IB). Aku ingat, itu terjadi setelah hasil try out MKKS keluar dan sebelum try out kota dilaksanakan. Yang pertama kelas atas, untuk murid pintar yang jelas dipersiapkan untuk mendapat nilai bagus di UN dan kedua adalah kelas untuk murid yang kurang di masing-masing mata pelajaran UN. Sejak awal aku sudah mengatakan pembagian kelas itu tidak adil untuk murid yang 'ditengah-tengah'.

Sedihnya, saat pembagian kelas IB namaku tidak ada di kelas atas. Kelas atas diisi 20 murid, 16 murid dari kelas unggulan (itu berarti 9 murid kelas unggulan ~3 cewek 6 cowok~ tidak ikut IB) dan 4 muri d tambahan dari kelas lain. Saat lihat daftar nama yang ikut IB kelas atas, aku maklum karena menurutku mereka memang lebih pintar dari aku. Yang bikin aku sedih adalah, saat aku bilang ke guru yang membagi jadwal IB itu kalau aku mau ikut tambahan, tapi katanya ga bisa. Aku nangis, bodo amat mau ada yg liat aku langsung lari ke kelas.

Besoknya, ditanyai siapa aja yang mau tambahan, dengan senang hati aku daftar. Ternyata di PHP. Aku sedih parah. Mulai hari itu, begitu bel bunyi aku langsung ambil tas dan keluar kelas, mirip peserta yang tereliminasi di audisi ajang pencarian bakat di TV. Aku sedih banget awalnya, tapi aku langsung ambil keputusan, ga ada gunanya aku nangis. Aku harus buktiin ke guru-guru kalau aku bisa meski tanpa ikut IB. Harus! Sejak itu, aku belajar ga cuma malam hari. Pulang sekolah aku belajar, dilanjut les, dan malamnya belajar gila gilaan lagi. Tidur cuma 5-6 jam bukan masalah buatku. Baru seminggu IB berjalan, hasil Try Out kota keluar, aku berhasil dapat peringkat ke-5 kota. Aku lega dan bangga. "Pembuktian pertamaku dan tunggu yang selanjutnya!", tekadku dalam hati.

Selain disibukkan dengan Try Out, tentunya ada juga ujian praktek. Yang paling greget saat ujian praktek IPA. Aku seneng banget kebagian Biologi. Tapi begitu aku sampai ke tempat prakteknya, ternyata anatomi tubuh. Ada alat peraga dan aku harus cari bagian yang diberi nomer dan diminta menjelaskan enzim dan fungsinya. Alhamdulillah mudah bagiku. Tapi begitu selesai, gurunya bilang kembalikan ke posisi semula. Hwaduh! Bingung aku hehehe.... Trus gurunya sengaja nyindir aku, "Itu yang jadi dokter bedah ati-ati ya... pasiennya jangan sampai meninggal". Setelah beberapa lama, akhirnya aku sukses ngembaliin, fyuh.

Sementara ujian praktek yang paling seru adalah ujian praktek seni budaya, yang bentuknya adalah pagelaran! Jadi tiap kelas harus menampilkan tari, nyanyi dan drama. Aku kebagian drama. Demi menata kelas untuk pagelaran itu kami nglembur sampai jam 8 malem. Kami bertekad kelas kami dapat nilai 9, karena setauku cuma ada 2 kelas yang berhasil dapet nilai 9. Usai pagelaran kami merasa sangat puas. Yang nonton pagelaran kelas kami banyak banget. Dan kelas kami benar-benar berhasil mendapat nilai 9. Yeayyy....

Ujian praktek yang paling melelahkan bagiku adalah olahraga. Maklum, pada dasarnya aku ga pinter dan ga hobi olahraga. Untuk ujian praktek ini aku harus lempar bola sama basket 2 kali. Biarlah, yang penting nilaiku bagus, soalnya di awal aku ga sukses dribel sama lempar bolanya. Payah!

Selesai ujian praktek, ganti ujian sekolah. Belajar belajaaar... Malemnya belajar, paginya makan permen sambil nunggu bel ujian dmulai. wkwk. Soal ujian sekolah ga terlalu susah menurutku, kecuali yang seni budaya. Maklum guru seni budaya udah 2 bulan sakit jadi ga ada yang ngajar. Dan taraaa... di rapor nilai seni budaya-ku lebih bagus dari nilai terjelekku yaitu penjas hehehe. Nilai rata-rata ujian sekolah-ku adalah 93,1 dan aku menduduki peringkat ke-2 paralel di sekolahku. Nilaiku itu cuma selisih 0,3 dengan yang jadi peringkat ke-1 paralel -_-.

UN yang aku kira cuma mitos datang juga. H-1 UN aku udah ga terlalu banyak belajar. Santai, rileks. 4 hari berjuang demi masa depan, akhirnya UN selesai juga. Aku dapet paket 4. Dudukku masih di depan pengawas. Untungnya pengawas kali ini ga suka gosip. Bagus lah. Takut banget awalnya pas nyobek LJK yang jadi satu dengan soal. Hari pertama ngabisin waktu 5 menit cuma buat ngelipet kertas bolak balik trus nyobek pelan pelan. Wkwkw. Buat nunggu pelaksaan UN ini, aku ga makan permen lagi dong, naik derajat, makan coklat! Yummy... Begitu pulang, yang lain bahas tadi gimana gimana, aku berusaha ga ikut ikut. Apalagi Ibu berpesan, selesai UN lupakan, jangan dipikirkan lagi. Supaya ga mempengaruhi mood, gitu kata Ibu.

Sambil nunggu pengumuman aku cemas iya, tapi ga sampai dag dig dug der kaya temenku yang lain, ga tau kenapa.... Akhirnya tanggal 9 Juni 2015 perpisahan juga. Yeay, udah kangen lama ga ketemu temen-temen yang biasanya ketemu setiap hari. Kalau mau tau apa yang terjadi di acara perpisahan, baca aja ceritaku Are You Kidding Me Guys #2. Malem hari tanggal 9, nilai UN sama hasil US bisa didownload di website sekolah. Alhamdulillah nilai temen-temenku bagus semua. Aku ikut seneng :) Ketemu lagi di SMA ya guys. :*

Oiya, aku juga punya yearbook alias memory book loh. Beberapa bulan sebelum UN sibuk foto sana sini. Sekarang bukunya udah jadi. Sayangnya fotoku ada yang gelap. Hiks. Kelasku sendiri waktu itu foto liliput-nya di piala. Biar berprestasi, amiin. Foto perseorangannya kelasku milih berpasangan 2-2. Sayangnya di foto itu jerawatku kelihatan banget hueeee :'( . Buat foto beregu kelasku fotonya di arena permainan sun city, mall baru yang ada di Madiun. Tema kelompokku, ada yang ultah trus dilemparin roti, tapi dia dilindungin cowoknya. Co cweet banget lah pokoknya :p Buku memory ini kenangan berharga. Walaupun cuma beberapa foto, tapi kenangannya terlalu banyak. Kenangan di SMP-ku tercinta yang ga akan aku lupain :')

HUT Spenda terakhir ku :')







Maulid Nabi









Kartini





LDK Osis :D







Hasil TO Sekolah nih, nilainya masih berantakan xD





 

Hasil TO MKKS, mulai membaik :D





Hasil TO Kota nih, melonjak naik (^_^)99



NEM UN ku yang bisa dilihat di internet ._.



Pagelaran











Perpisahan



Membook



 


~END~

0 komentar:

Posting Komentar