Pages

Kamis, 18 Juni 2015

Nostalgia #2 Best Time in JHS

Banyak yang bilang kelas 8 itu waktu terbaik di SMP. Alasannya karena saat kelas 7 masih dianggap polos dan malu malu. Sementara, saat kelas 9 sudah mulai "tobat" dan serius belajar. Setelah aku jalanin, aku setuju. Kelas 8 ini best time-ku di SMP. Dengan temen sekelas yang (ternyata) gila-nya ga kalah dari kelas 7.

Awal di kelas 8, ternyata tidak banyak perubahan yang aku dapat. Aku masuk kelas 8H. Lagi lagi kelas unggulan di sekolahku. Temannya tidak banyak berubah, sebagian besar masih didominasi teman-teman dari kelas 7A yang memang pintar-pintar. Sementara teman 'baru' di kelas 8 ini ternyata juga sama ramahnya dan ga kalah gokilnya. Uhuy....

Di kelas ini, aku menemukan sahabat baru. Sebelumnya aku sudah punya sahabat yang bener-bener sahabat yaitu Luthfi. Sahabatku sejak TK. Sahabat baruku ini namanya Frensiska, seorang cina budha, sipit, putih, bawel, baik, pengertian, kepo dll. Aku lebih suka memanggilnya dengan nama : Sari. Tapi dia ga marah kok kupanggil dengan nama Sari. Dan yang pasti dia sama "gila"nya kaya aku. Wkwkwk

Seperti saat acara HUT SPENDA 67 tahun 2013 yang lalu. Hanya sayangnya, lama kegiatan dan jenis kegiatan tidak sebanyak tahun lalu. Kali ini acara HUT SPENDA hanya diadakan selama 2 hari, yaitu tanggal 16 dan 17 September 2013. Awalnya kami tidak diijinkan membuat kaos kelas seperti tahun lalu, namun karena banyak murid yang protes ke kepala sekolah, akhirnya kami diijinkan membuat "seragam" kelas. Asiik.... Kelasku tentunya mengikuti tren. Kami tidak membuat kaos, tapi membuat jaket varsity yang kala itu sedang naik daun. Berwarna merah dan hitam, dengan tulisan H di dada kirinya. Jaket yang hangat, aku suka sekali memakainya.

Kegiatan tahun ini antara lain drumband, bazar, olimpiade, dan aksi panggung. Untuk bazar kelasku mendapat bagian makanan ringan. Lagi lagi soal itu kami serahkan ke orangtua teman yang bisa membuat kue. Yang menjadi masalah disini adalah aksi panggung. Aku rasa kelasku bukan tipe yang suka membuang buang waktu untuk hal seperti itu. Alhasil berkali-kali kami berlatih namun tak pernah sukses. Duuh, pucing pala pinces :(

Hari pertama HUT SPENDA full kegiatan. Pertama pawai keluar sekolah yang diikuti oleh semua warga sekolah. Seperti biasa tim drumband berada paling depan. Kali ini aku tidak menjadi "pengikut" drumband di belakang, tapi aku turut memainkan salah satu alat musik. Dengan pakaian hijau + batik (yang menurutku agak seperti lemper hahaha) pasukan drumband berbaris rapi di depan dengan kebanggaan penuh seperti ingin menunjukkan pada semua orang bahwa hari ini sekolah kami ulang tahun.

Setelah itu ada bazar dan pameran amplop hias. Sayangnya aku tidak bisa ikut melihat karena aku dan teman-teman yang kebagian mengisi aksi panggung harus menyiapkan koreo kilat untuk lagu yang akan dinyanyikan oleh temanku. Satu setengah jam berlatih dadakan, koreo tu jadi, dan kami langsung tampil. Memang sih tidak menang, tapi aku puas. Emmm... alasannya sih ga masuk akal sebenarnya. Tema koreo kali ini yaitu tari berpasangan yang nantinya cowoknya akan memberikan bunga ke si cewek. And, do you know what? Cowok yang kebagian memberikan bunga padaku adalah cowok tenar yang banyak disukai cewek di sekolahku. Mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Jadi saat dia memberikan bunganya (yang sebenarnya dipinjam dari ruang prakarya wkwk) semua pada heboh berteriak. Aku ingin ketawa, sungguh. (^_^)

Hari kedua HUT SPENDA tidak banyak yang terjadi. Paginya diisi oleh kakak Mastrip (sebenarnya umurnya sudah 75+ tahun menurutku) yang menjelaskan tentang SMPN 2 Madiun. Dulu, SMPN 2 Madiun adalah SMP Perjuangan dan muridnya diberi gelar TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) karena ikut berperang melawan penjajah. Bahkan salah satu diantaranya gugur tepat di halaman sekolah. Moeljadi namanya. Untuk mengenangnya, didirikan tugu di halaman sekolah, tepat dimana dia gugur. Selain itu, dibuatkan juga tugu Moeljadi yang sedang berdiri di Jalan Mastrip Madiun. Aku selalu bangga mendengar sejarah sekolahku. Betapa beruntungnya aku bisa bersekolah di sini.

Setelah itu acara hiburan, yang bagi teman temanku adalah ajang tepe-tepe mencari kakak kelas ganteng -_-. Itu tidak berlaku bagiku. Jadi aku hanya menemani temanku hilir mudik kesana kemari untuk dapat ber-selfie dengan kakak senior favoritnya. Acara terakhir syukuran. Makan makan.... Yeay!! I love it. Hehehe.

Di kelas 8 ini, aku juga mendaftar jadi anggota OSIS. Sejujurnya aku ragu karena kelas 7 dulu aku gagal dalam seleksi, namun karena kata temanku OSIS tahun ini kekurangan anggota kelas 8, jadi aku bisa langsung gabung di OSIS hanya tinggal mengikuti LDK di sekolah dan di Tawangmangu. Tawaran yang sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan, jadi tentunya kalian tau apa yang selanjutnya terjadi. Yup! Aku mendaftar. Hohoho xD

LDK di sekolah tidak seseram yang aku bayangkan. Selain PBB yang sangat aku benci, semuanya berjalan lancar dan menyenangkan. Namun tetap saja ada accident yang terjadi di LDK yang berlangsung 2 hari itu. Pertama aku meninggalkan HP-ku di rumah dan aku baru menyadarinya saat kakak kelasku mengatakan kalau Ibuku barusan menelponnya mengatakan HP-ku tertinggal. Perasaan sudah aku bawa deh. Hah ya sudah biarin :3.

Kejadian kedua terjadi saat upacara pembukaan. Entah apa yang terjadi, bibirku tiba tiba berdarah, dan itu diikuti dengan lebah yang entah datang dari mana tau-tau ada di lengan seragam dan menyengatku. Parah! Malamnya ada tes lagi, sambil menunggu semua tidur di aula. Ternyata aku dipanggil 10 terakhir dan aku habis dimakan nyamuk! Aku kira begitu sampai kelas yang dijadikan tempat tidur aku bisa tidur tenang, tapi aku salah. Hanya setengah tubuhku yang kena karpet dan sisanya di lantai yang dingin. Yang membuatnya lebih parah adalah tempatku tepat di bawah kipas angin yang menyala dan diantara 2 AC yang menyala. Lengkap sudah penderitaanku malam itu. #sigh

LDK di Tawangmangu juga menyenangkan. Kegiatan tidak sesusah LDK di sekolah, bahkan lebih banyak game. Satu-satunya yang menyusahkan adalah tempat dilaksanakannya kegiatan ada di lapangan vila laki-laki. Jadi semua perempuan harus bolak balik padahal vila perempuan harus melewati jalanan yang naik turun, dan kamarnya di lantai 2. Dan untuk PP 2 vila kita diberi waktu. Apa ga berlebihan tuh? Aku sempat heran, karena dari vila banyak terlihat kuda tunggangan hilir mudik. Aku baru tau jawabannya saat pulang dan mampir grojogan sewu. Ternyata vila ku sangat - dekat - sekali dengan objek wisata itu. Pantas saja banyak kuda.

Karena menjadi anggota OSIS, aku juga dipilih menjadi petugas upacara. Setelah seleksi yang panjang, aku dipilih menjadi pembaca UUD kelompok 2. Saat di SD dulu aku terbiasa membaca UUD dengan suara yang keras. Tapi entah kenapa di SMP ini kalau aku membaca UUD dengan suara keras selalu dikomentarin negatif oleh temanku. Jadi, ya sudah... aku baca UUD pelan dan kalem banget seperti yang lain. Padahal menurutku membaca UUD itu harus yang keras dan semangat. Ah ya sudahlah.

Kartini's day di Tahun 2013 aku jadi panitia lomba. Aku kebagian tugas itu karena aku adalah salah satu pengurus OSIS SMPN 2 Madiun. Ribet ternyata ngurus acara seperti itu. Kalau udah gini bete banget sama temen lain yang suka banget komentar : lombanya kurang menariklah, kurang inilah, kurang itulah, dsb.... Mereka ga tau betapa repotnya nyiapin itu semua. Sampe-sampe waktu hari Kartini aku ga pake jarik tapi pake celana panjang biar leluasa lompat kesana kesini. Paling dipelototin guru. Haha. Cuek gapapa deh sekali sekali :v

Di kelas 8 ini aku juga mendapat 'cinta monyet' pertamaku yang kemudian aku putuskan beberapa hari sebelum kelulusan SMP. Awalnya aku cuma curhat ke dia tentang rasa sukaku pada seseorang yang hanya bertepuk sebelah tangan. Gara-gara itu kami emang deket banget, sampai akhirnya semua teman sekelas kompak nyuruh kita jadian dan maksa si dia nembak aku. Ya, setelah itu kami jadian sih hehehe.

Bali!! Kelas 8 taun ini mendapat kesempatan untuk Tour De Bali. Ini pertama kalinya aku ke Bali! Indah sekali pemandangan di sana. Disana yang paling aku suka sebenarnya bukan saat mengunjungi pantai, tapi saat di hotel. Pembagian kamarnya : 1 kamar untuk 4 orang. Dan aku bisa memilih 1 kamar dengan 2 sahabatku : Lutfi dan Sari plus ditambah 1 orang lagi. Kamar berderet dari ujung ke ujung dan saling berhadapan. Jadi kalau ingin berkunjung atau meminjam barang tinggal mengetuk pintu lalu menyusup. Hal ini membuatku ingin masuk sekolah asrama. Sungguh.

Tapi kalau hal berkesan di tempat liburan, aku paling suka saat menaiki kapal ke Pulau Penyu. Kapalnya memiliki lubang ditengah yang bisa digunakan untuk melihat ikan di dalam air. Kami juga diberi roti oleh pak nahkoda untuk memberi makan ikan. Pak nahkoda kami paksa untuk mengebut, jadi kami bisa menikmati air yang terciprat ke arah kami walaupun akhirnya kami lengket semua. Seneng banget pokoknya hehehe.

Memasuki semester kedua, sungguh sibuk. Kerja kelompok datang silih berganti, bahkan bisa dibilang mati satu tumbuh seribu. Jadi dalam satu hari bisa 2 kali kerja kelompok. Mulai dari menyanyi, menari, senam, menjahit, membuat video dan masih banyak lagi. Sungguh melelahkan. Bisa dibilang kami berangkat sekolah pagi dan baru pulang malam karena kerja kelompok. Capek sih tapi seru.

Dari semua kerja kelompok yang ada, 2 yang paling aku ingat. Menjahit dan membuat video. Saat menjahit, sudah sekitar pukul 7 malam, temanku ada yang berteriak, "petir, lihat langit disana merah sekali". Kalian tau apa yang terjadi? Besoknya kami melihat berita tentang Gunung Kelud meletus. 14 Februari. Yang kedua saat kerja kelompok membuat video, kerpok itu dilakukan di rumah temanku, entah mengapa saat akan pulang aku terjatuh, dan lagi saat aku mencoba berdiri aku terjatuh lagi. Semua tertawa, dasar, padahal kakiku sakit sekali. Dan 2 hari kemudian ketahuan kalau jari kelingking kaki kananku patah dan harus dioperasi. Oh, it's so hurt.

Kalau tadi kerpok yang paling aku ingat, sekarang aku akan bahas kerpok yang paling berkesan. Tugas ini diberikan semester satu untuk dipertunjukkan akhir semester 2. Drama Bahasa Inggris. Kelompokku bisa dibilang yang paling heboh. Kelompokku tidak seperti kelompok lain yang mencari drama jadi di internet, tapi kelompokku membuat sendiri ceritanya. Berjudul Ghost In Love. Ceritanya seorang cewek yang cintanya pada sahabatnya bertepuk sebelah tangan karena sahabatnya itu menyukai sahabatnya yang lain. Karena patah hati dia kemudian memutuskan untuk bunuh diri. Setelah mati dia jadi hantu dan kemudian meneror teman-temannya. Seru pokoknya.

Untuk drama Bahasa Inggris itu kami hanya sekali memanggil pelatih, berbeda dengan kelompok lain. Hampir setiap hari kami kerja kelompok, dan itu paling malam sampai jam setengah 9 malam, bahkan saat mencoba panggung. Besoknya ada Pilkada dan kelompokku tetap datang ke sekolah untuk latihan. Kelompok lain bilang kami berlebihan, biar saja. Untuk kostum kami menyewa di suatu tempat. Untuk penampilan yang baik tidak ada yang gratis bukan?

Properti juga kami buat seindah mungkin. Aku kebagian membuat properti bersama Argon. Semua bekerja sesuai pembagian tugas dan sungguh sungguh. Ini kelompok terbaik yang aku punya selama ini bahkan sampai aku menulis cerita ini. Anggota kelompokku adalah : aku, Leno, Dina, Niken, Sela, Argon, Rycko, dan Jeje. Saat hari H, beberapa temanku harus mengikuti olimpiade. Jadi khusus kelompokku tampilnya diundur seminggu kemudian. Penilainya adalah guru Bahasa Inggrisku. Dan penontonnya banyak sekali terlebih saat harus tampil saat jam istirahat. Sayangnya saat kelompokku tampil yang merekam melakukan kesalahan sehingga tidak terekam sempurna. Sayang sekali. Tapi saat mendengar guruku berkata "It's looks like reality" aku bangga sekali. Setauku baru kelompokku yang dipuji demikian. Huah, pengorbanan kelompokku terbalas sudah.

Emmm..., kalau diingat-ingat, sebenarnya ga semua kejadian di kelas 8 menyenangkan sih. Aku harus pindah kelas dari gedung baru yang nyaman ke gedung lama, yang dulu jarang digunakan. Ruangannya tidak berAC, pengap dan sedikit gelap. Saat hujan deras juga basah balkonnya. Untungnya, kelas itu dekat dengan perpustakaan, jadi kami bisa membujuk guru untuk mengerjakan tugas di sana, karena memang perpustakaannya dingin sekali dan ada meja besar ditengah yang bisa kami gunakan untuk mengerjakan tugas.

Selain pindah kelas, ada juga pemecahan kelas. Awalnya hanya ada 8 kelas yang diisi masing masing 28 ekor #eh orang maksudnya. Kemudian, ditambah 1 kelas sehingga sekarang menjadi 9 kelas yang masing-masing diisi 25 orang. Sedikit memang. Alasan gurunya sih biar belajar lebih fokus karena tidak kebanyakan murid. Semua menunggu detik detik pengumuman siapa yang digusur dari kelas masing masing. Fyuh leganya, aku tidak termasuk yang harus keluar dari kelas unggulan. Tapi tetap saja masih ada adegan nangis sih saat melepas beberapa teman yang sudah menjadi bagian dari kelas kami selama ini.

Oiya, nama kelasku ini adalah Sepedah, singkatan dari Spenda Delapan H. Berisi 24 murid yang persaingan akademiknya kuat banget, rakus kalau udah ketemu makanan dan kompak abis. Lagi-lagi kabarnya penentuan kelas 9 nanti akan diacak. Kenapa setiap sudah nyaman harus dipisahin sih? Kan sedih jadinya. Tapi ya.. siapa tau masuk kelas unggulan lagi jadi bisa tetap bertemu mereka. Hehe xD

Sahabatku nih



HUT SPENDA 67



 



 





Bali!!





Kerpok W('-'W)









Drama







Kelas..









~To Be Continued~

0 komentar:

Posting Komentar